Melilea Indonesia | Melilea International | Kantor Cabang Melilea | Distributor Melilea | Agen Melilea | Stockist Melilea | Daftar Harga Melilea | Produk Melilea | Melilea Skin Care | Melilea Kosmetik | Khasiat Melilea | Alamat Melilea

Kenali Penyebab Kanker Payudara

by Riki Okta , at 10.20 , have 0 komentar
Kenali Penyebab Kanker Payudara
Bagi wanita, salah satu penyakit yang sangat dihindari sejak jauh-jauh hari adalah kanker payudara. Salah satu cara adalah dengan melakukan deteksi dini terhadap indikasi-indikasi penyakit ini. Indikasi tersebut bisa berupa benjolan di area payudara, timbulnya rasa nyeri di area payudara, timbulnya benjolan lain pada bagian tubuh lain di sekitar dada, seperti ketiak, perubahan warna payudara, dan puting payudara yang masuk ke dalam.

Dalam banyak kasus, kanker payudara bisa dideteksi dari keluarnya cairan yang berwarna kekuning-kuningan, kehijau-hijauan, dan bernanah pada puting susu. Nah jika anda mengalami indikasi-indikasi seperti diatas, segera periksakan ke dokter, dan untuk memastikan penyakit kanker tersebut. Namun untuk penanganannya sebenarnya ada sangat banyak cara selain dengan tindakan medis seperti operasi, kemoterapi, radioterapi dll. Penyakit kanker payudara ini tidak bisa dibiarkan lama, karena dapat berakibat fatal yaitu kematian. Perlu penanganan secepat mungkin.

Kanker payudara bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memperhitungkan ada atau tidaknya faktor risiko. Namun, pada wanita dengan kondisi tertentu, risiko kanker payudara menjadi lebih tinggi.

Wanita dengan risiko tinggi kanker payudara di antaranya mereka yang melahirkan anak pertama di atas usia 30. Wanita yang melahirkan anak pertama di atas usia 30 memiliki risiko tinggi kanker payudara dua sampai tiga kali lipat dibandingkan wanita yang punya anak pertama di bawah usia 20.

Ibu yang tidak menyusui juga berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Perbandingannya, ibu yang tidak menyusui risiko kanker payudara 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan ibu yang menyusui hingga empat anak.

Wanita yang tidak pernah melahirkan juga berisiko 1,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan wanita yang melahirkan hingga tiga anak.

Riwayat keluarga juga menjadi salah satu faktor risiko kanker payudara. Risiko lebih tinggi pada orang yang memiliki anggota keluarga penderita kanker payudara. Jika ada satu orang dari keluarga yang menderita kanker payudara, risikonya dua kali lipat lebih tinggi pada anggota keluarga lainnya. Jika ada dua orang dari keluarga yang menderita kanker payudara, risikonya bertambah tinggi, hingga tiga sampai lima kali lipat lebih tinggi.

Wanita, apa pun kondisinya, perlu waspada karena menjadi seorang wanita merupakan faktor risiko pertama kanker payudara. Faktor risiko lainnya yang perlu diwaspadai adalah bertambahnya usia, riwayat keluarga, genetik, kelebihan berat badan, pengonsumsi alkohol, tidak berolahraga, menstruasi pertama sebelum usia 12, penggunaan KB, memiliki postur tubuh tinggi, dan mereka dengan status sosial ekonomi tinggi. 

Penyebab Kanker Payudara  

Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker payudara. Dokter mengetahui bahwa kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara mulai berkembang secara tidak normal. Sel-sel tersebut membagi lebih cepat daripada sel pada umumnya. Akumulasi sel ini membentuk tumor yang dapat menyebar pada payudara, jaringan getah bening atau bagian tubuh lain.

Kanker payudara paling sering dimulai pada saluran produksi susu. Dokter menyebut jenis kanker ini cancer invasive ductal carcinoma. Kanker payudara juga dapat dimulai dari lobulus (invasive lobular carcinoma) atau sel pada payudara.


Ilmuan mengidentifikasi hal yang dapat meningkatkan risiko anda memiliki kanker payudara. Tapi tidak jelas apa kenapa beberapa orang tidak memiliki faktor risiko mengalami kanker, sementara orang lain yang memiliki faktor risiko tidak pernah mengalaminya. Sepertinya kanker payudara disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan anda.

Kanker payudara karena keturunan
 
Dokter memperkirakan bahwa 5 sampai 10 persen kanker payudara berhubungan pada mutasi genetik pada generasi di dalam keluarga. Sejumlah gen rusak yang diwariskan dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara telah diidentifikasi. Yang umum adalah gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2), keduanya meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.

Jika anda memiliki catatan keluarga yang kuat dengan kanker payudara atau kanker lain, tes darah dapat membantu mengidentifikasi BRCA yang rusak atau gen lain yang terdapat di dalam keluarga.

Faktor risiko Terkena Kanker Payudara
 
Faktor risiko adalah segala sesuatu yang membuat anda lebih memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara. Tetapi memiliki satu atau bahkan beberapa faktor risiko tidak berarti anda akan mengalami kanker – beberapa wanita dengan kanker payudara tidak memiliki faktor risiko apapun yang diketahui daripada wanita lain.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara antara lain:
 
-Wanita. Wanita lebih memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara daripada laki-laki.
-Bertambahnya usia. Risiko anda mengalami kanker payudara meningkat seiring usia. Wanita yang berusia lebih dari 60 tahun memiliki risiko lebih besar daripada wanita dengan usia yang lebih muda.
-Catatan pribadi dengan kanker payudara. Jika anda memiliki kanker pada satu payudara, anda memiliki peningkatan risiko mengalami kanker pada payudara yang lain.
-Sejarah keluarga dengan kanker payudara. Jika anda memiliki ibu, saudara perempuan atau anak perempuan dengan kanker payudara, anda memiliki peluang yang lebih besar terdiagnosa dengan kanker payudara. Tetapi secara umum mereka yang memiliki kanker payudara tidak memiliki sejarah keluarga dengan kanker payudara.
-Gen keturunan yang meningkatkan risiko kanker. Mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker payudara dapat menurun dari orang tua kepada anak. Mutasi gen yang dimaksud adalah BRCA1 dan BRCA2. Gen tersebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara dan kanker lain, tetapi mereka tidak membuat kanker pasti terjadi.
-Terkena radiasi. Jika anda menerima perawatan dengan radiasi pada dada saat anak-anak atau orang dewasa yang muda, anda lebih memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara di kemudian hari.
-Obesitas. Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko anda mengalami kanker payudara.
-Datang bulan yang dimulai pada usia lebih muda. Masa datang bulan yang dimulai sebelum usia 12 tahun meningkatkan risiko kanker payudara.
-Menopause yang dimulai pada usia yang lebih tua. Jika masa menopause anda dimulai setelah usia 55 tahun, anda akan memiliki kemungkinan lebih mengalami kanker payudara.
-Memiliki anak pertama pada usia yang lebih tua. Wanita yang baru memiliki anak setelah usia 35 dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
-Terapi hormon postmenopausal. Mereka yang menggunakan pengobatan terapi hormon yang mengkombinasikan esterogen dan progesterone untuk mengobati tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
-Minum alkohol. Minum alkohol dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Bagi yang sehat dan belum terkena penyakit ini, pencegahan amat sangat penting dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan menjalankan pola makan sehat. Menurut prediksi, satu dari tiga penderita kanker payudara disebabkan oleh pola makannya yang tidak sehat. Apakah sulit menjalankan pola makan yang sehat? Pada dasarnya tidak. Hanya dibutuhkan kesabaran dan rutin.

Dalam Menerapkan gaya hidup sehat anda sangat disarankan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, karena serat bisa menurunkan kadar estrogen dan prolaktin. Dan serat terbaik dan tertinggi kandungan vitaminnya adalah dari sayuran organik. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah banyak memakan sayuran yang mengandung vitamin A. Di antaranya sayuran hijau dan wortel. Ini berfungsi untuk mencegah mutasi sel penyebab kanker. Selain itu, disarankan untuk banyak mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C dan zat antioksidan seperti jeruk, wortel, cranberries, dan rose hip.
Riki Okta
Kenali Penyebab Kanker Payudara - written by Riki Okta , published at 10.20, categorized as Kanker , Kesehatan , Penyakit . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID