Melilea Indonesia | Melilea International | Kantor Cabang Melilea | Distributor Melilea | Agen Melilea | Stockist Melilea | Daftar Harga Melilea | Produk Melilea | Melilea Skin Care | Melilea Kosmetik | Khasiat Melilea | Alamat Melilea

Pemeriksaan Dini Terhadap Penyakit Asam Urat

by Riki Okta , at 09.32 , have 0 komentar
Pemeriksaan Diri Asam Urat
Dengan tujuan ketepatan penanganan suatu gejala penyakit,  para dokter akan melakukan pengujian fisik yang dibutuhkan pada saat gejala awal asam urat untuk memastikan diagnosanya. Hal ini sangat penting, karena pada tahapan awal asam urat, seringkali permasalahan ini tidak terdeteksi melalui pemeriksanaan rutin.  Salah satu gejala yang umumnya dikenali sebagai gejala awal asam urat adalah nyeri-nyeri pada persendian, namun demikian tidak semua nyeri pada persendian disebabkan oleh asam urat.

Pengujian Terhadap Cairan Synovial

Memang tidak mudah untuk mendiagnosa penyakit asam urat, sebab seringkali menyerupai keluhan penyakit lain. Pengujian fisik yang dibutuhkan pada saat gejala awal asam urat antara lain adalah pemeriksaan pada tulang-tulang dan persendian. Sendi yang memerah dan bengkak patut dicurigai sebagai gejala awal dari asam urat. Untuk memastikan permasalahan tersebut memang disebabkan oleh asam urat, maka dari sendi yang bermasalah tersebut perlu diambil cairan synovial, yaitu cairan yang merupakan pelumas persendian. Jika pada cairan tersebut ditemukan kristal asam urat maka dapat  dipastikan keluhan yang dialami merupakan gejala yang berhubungan dengan penyakit asam urat.
Jika kristal asam urat tidak ditemukan dalam pengujian fisik yang dilakukan terhadap cairan synovial, maka bukan berarti pasien tersebut tidak bermasalah dengan asam urat. Dokter akan melakukan langkah pengujian berikutnya, yakni pengujian terhadap kemungkinan terjadinya pengapuran ataupun deposit asam urat yang sering disebut sebagai tophi pada daerah yang diduga mendapat serangan gout. Serangan gout seringkali  menyerupai dengan infeksi sendi, oleh karenanya dokter perlu melakukan pengecekan mengenai keberadaan bakteri pada area persendian tersebut.

Pengujian Fisik Yang Dibutuhkan Berdasarkan Tipe Asam Urat

Secara umum, asam urat dapat dibedakan menjadi asam urat primer dan asam urat sekunder. Asam urat primer pada umumnya tidak diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga berkaitan dengan faktor bawaan atau keturunan. Sementara asam urat sekunder adalah asam urat yang terpicu oleh pola hidup seseorang, seperti misal asupan makanannya. Dokter biasanya akan mereferensikan seseorang untuk melakukan pengujian fisik tertentu berdasarkan perkiraan dokter mengenai tipe asam urat yang diderita oleh pasiennya. Namun demikian, terkadang jika dugaan terhadap tipe asam urat yang diderita pasiennya, maka dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan terhadap kadar asam urat di dalam darah dan urine, sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat.
Pada penderita asam urat primer, pengujian fisik yang biasa dilakukan adalah terhadap urine. Jika asam urat dalam urine melebihi ambang  batas normal, maka pasien tersebut perlu menjalani tes lanjutan seperti uji enzim. Hasil seperti ini juga menunjukkan adanya kemungkinan pasien tersebut mengidap batu ginjal.
Pengujian fisik yang biasa dilakukan adalah tes urine-24 jam. Air seni pertama diambil dan diletakan dalam bejana khusus selama 24 jam, pada hari kedua pasien diminta untuk memberikan air seni yang dikeluarkan pertama kali pada hari kedua. Agar hasilnya maksimal, selama masa ini pasien diminta untuk tidak mengkonsumi obat-obatan yang dapat mempengaruhi hasil tes, serta menghindari konsumsi alkohol. Di samping itu, pasien diharapkan tidak merubah pola makannya pada saat pengujian fisik terhadap urine ini dilaksanakan.



Terkadang seseorang yang memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darahnya memang tidak merasakan adanya keluhan apapun. Jika hal ini terjadi, maka dengan adanya hasil temuan kadar asam urat melalui pemeriksaan laboratorium, akan dapat mencegah penderita mengalami masalah lanjutan dengan gout. Namun sebaliknya, terkadang penderita gout mungkin saja memiliki kadar asam urat yang rendah dalam tubuhnya. Pengujian fisik yang dibutuhkan pada saat gejala awal asam  urat melalui pengambilan sampel darah seperti ini, utamanya akan bermanfaat untuk mengenali penderita asam urat tinggi sekunder.
X-ray merupakan salah satu pengujian fisik yang biasa digunakan untuk mendiagnosa masalah gout akibat asam urat, namun pada umumnya x-ray tidak dapat dikategorikan sebagai pengujian fisik yang dibutuhkan pada saat gejala awal asam urat. Pemeriksaan x-ray hanya dapat membantu mendeteksi kondisi timbunan kristal asam urat yang dialami, dan tidak memberikan hasil pemeriksaan yang lebih mendalam.
Riki Okta
Pemeriksaan Dini Terhadap Penyakit Asam Urat - written by Riki Okta , published at 09.32, categorized as Asam Urat , Penyakit . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID