Melilea Indonesia | Melilea International | Kantor Cabang Melilea | Distributor Melilea | Agen Melilea | Stockist Melilea | Daftar Harga Melilea | Produk Melilea | Melilea Skin Care | Melilea Kosmetik | Khasiat Melilea | Alamat Melilea

Terapi Untuk Diabetes Melitus

by Riki Okta , at 10.27 , have 0 komentar
Terapi Untuk Diabetes Melitus
Diabetes mellitus atau penyakit gula merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatya kadar gula di dalam darah si penderita. Untuk mengetahui jumlah kadar gula darah tersebut, biasanya orang akan melakukan test darah. Naiknya kadar gula darah dapat menimbulkan resiko terhadap rusaknya microvascular dan macrovascular. Microvascular misalnya adalah retinopathy, sakit saraf dan nephropathy. Macrovascular misalnya adalah tekanan darah tinggi, kelainan pada jantung, dan stroke. Penyebab utama diabetes mellitus adalah kurangnya atau tidak adanya hormone insulin atau dapat juga disebabkan oleh jaringan tubuh
yang kurang sensitive terhadap insulin. Selain itu, ada juga diabetes mellitus yang disebabkan oleh adanya resistansi insulin yang biasanya ditemukan pada wanita yang sedang hamil. Terapi diabetes melitus tipe satu biasanya dapat dilakukan dengan penyuntikan insulin. Untuk diabetes mellitus tipe 2 terapi dapat dilakukan dengan pengobatan. Bila obat tersebut tidak bekerja efektif maka penderita diabetes mellitus tipe 2 dapat mendapatkan suntikan insulin. Untuk diabetes mellitus yang terjadi pada wanita hamil biasanya dapat sembuh dengan sendirinya ketika sesudah melahirkan. Ketika seseorang didiagnosis terkena penyakit diabetes mellitus maka si penderita tersebut harus menjalani terapi diabetes melitus. Pada dasarnya terapi diabetes tidak dapat menyembuhkan penyakit diabetes tetapi untuk membantu mengontrol kadar gula di dalam darah sehingga dapat menjadi normal walaupun kadar gula darah yang normal cukup sulit untuk dipulihkan. Namun, perlu diketahui bahwa kadar gula yang mendekati jumlah normal dapat menjadi motivasi yang bagus dan menghindarkan penderita diabetes jangka panjang maupun jangka pendek.

Untuk dapat mengetahui kadar gula di dalam darah, seseorang harus melakukan pengecekan kadar gula secara intensif dan teratur. Hal ini dapat dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula baik di rumah maupun di laboratorium. Terapi diabetes melitus meliputi mempertahankan berat badan dengan banyak melakukan olah raga dan melakukan diet diabetes secara teratur. Orang yang memiliki berat bada lebih atau obesitas saat menderita diabetes sebaiknya menurunkan berat badan mereka dan berolahraga teratur. Menurunkan berat badan bagi mereka yang obesitas tentu juga bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu para penderita diabetes yang memiliki tubuh gemuk biasanya akan mendapatkan terapi insulin sebagi penurun kadar gula darah secara oral. Ada dua jenis terapi farmakologi yang dapat digunakan sebagai terapi penyakit gulayaitu obat hipoglikemik oral. Terapi ini cukup banyak dilakukan untuk diabetes tipe 2. Tetapi terapi obat tidak efektif jika digunakan pada penderita diabetes yang mengidap diabetes mellitus tipe 1. Cara kerja obat ini adalah menurunkan kadar gula darah dengan merangsang pankreas untuk memproduksi insulin dan meningkatka efektifitas pankreas.
Obat lain yang juga sering digunakan untuk terapi diabetes adalah metformin. Obat ini dapat meningkatkan respon tubuh terhadap insulin sendiri bukan mempengaruhi pelepasan insulin. Obat ini bekerja dengan cara menunda penyerapan dalam usus. Namun, obat ini juga terhantung dengan keadaan pasien saat mengkonsumsinya. Obat ini dapat diminum dua kali sehari atau tiga kali sehari. Ketika obat ini tidak dapat mengontrol kadar gula di dalam darah, langkah selanjutnya yang dapat diambil adalah memberikan suntikan insulin. Terapi diabetes melitus selanjutnya dalah terapi insulin. Terapi ini dapat dilakukan ketikan pengobatan pertama dengan pemberian hipoglikenik gagal atau tidak menghasilkan efek yang berarti. Pada penderita diabetes mellitus tipe 1, pankreas mereja tidak dapat menghasilkan insulin sehingga mereka memerlukan asupan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat. Insulin biasanya disuntikan di bvagian dinding perut atau lengan dengan menggunakan jarum yang kecil sekali sehingga si penderita tidak akan merasa sakit saat hormone insulin disuntikkan ke tubuh mereka. Insulin disuntikan pada bagian bawah kulit atau kedalam lapisan lemak. Insulin terdiri dari 3 bentuk dasar. Setiap bentuk mempunyai lama kerja dan kecepatan yang beragam. Insulin kerja cepat misalnya dalah insulin reguler, Insulin ini bekerja paling cepat. Insulin reguler dapat menurunkan kadar gula hanya dalam waktu 20 menit dan mencapai puncik pada 2 sampai 2 jam. Insulin reguler bekerja selama 6 hingga 8 jam. Bentuk insulin yang kedua adalah insulin kerja sedang misalnya insulin suspense seng. Efek insulin ini baru muncul setelah 6 jam disuntikan dan bekerja hingga 36 jam.

Peranan Obat dan Terapi Diabetes Bagi Penderita

Menjalani pengobatan atau terapi diabetes memang nantinya akan dapat membantu menjaga kestabilan gula darah penderita. Dengan tercapainya kestabilan gula darah penderita tersebut, maka kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan. Peningkatan kualitas hidup penderita tersebut juga termasuk pengurangan resiko munculnya berbagai macam komplikasi yang biasanya dialami penderita ketika kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan baik. Lalu bagaimana dengan jenis obat yang digunakan?

Berbicara mengenai terapi diabetes melitus tipe 2 yang digunakan untuk menjaga kestabilan gula darah penderita, maka pada dasarnya terdapat dua jenis obat diabetes. Jenis obat yang pertama adalah obat diabetes oral yang diberikan melalui mulut, sedangkan jenis obat kedua adalah dalam bentuk insulin. Kedua jenis obat tersebut, meski nantinya dapat mengupayakan tercapainya kestabilan gula darah penderita, namun cara mengatasi diabetes tersebut tetap harus diberikan sesuai dosis.

Terlepas dari dosisnya, obat yang diberikan nantinya juga akan didasarkan pada tipe diabetes yang diderita. Untuk kasus diabetes tipe 2, maka biasanya akan lebih banyak digunakan obat diabetes oral untuk dapat mencapai kestabilan gula darah penderita. Hal ini sesuai dengan kondisi tubuh penderita yang sedang mengalami gangguan metabolisme gula akibat menurunnya sensitifitas sel reseptor insulin terhadap insulin.

Ketika fungsi dan peranan sel reseptor insulin berkurang, maka secara otomatis insulin tidak akan dapat menjalankan fungsi dan peranannya dengan baik. Disinilah peranan obat diabetes oral diperlukan. Dengan digunakannya obat tersebut, maka ia akan dapat merangsang tercapainya kestabilan gula darah dengan meningkatkan sensitifitas sel reseptor insulin terhadap insulin. Efek yang diberikan obat diabetes ini memang cukup positif dan dinilai efektif dalam hal menjaga kestabilan gula darah penderita.

Meski demikian, penggunaan obat diabetes oral bukan berarti tanpa efek samping. Penggunaan obat tersebut ternyata dapat membuat penderita rentan mengalami hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi dimana kadar gula darah penderita mengalami penurunan yang cukup drastis. Gejalanya meliputi tubuh gemetar, keluar keringat dingin, muka pucat, pandangan berkunang-kunang dan semacamnya. Kondisi tersebut dapat membahayakan penderita jika tidak segera ditangani.

Perlu diketahui bahwa penyebab meningkatnya resiko hipoglikemia tersebut terkait dengan cara pemakaian obat yang salah. Biasanya, resiko hipoglikemia akan semakin meningkat ketika dosis obat yang diberikan terlalu besar atau penderita mengkonsumsinya sebelum makan.

Selain karena cara pemakaian obat yang tidak tepat, cara kerja obat itu sendiri juga ternyata dapat menimbulkan reaksi hipoglikemia. Dengan mengetahui fakta ini, maka penderita diharapkan selalu berkonsultasi dengan dokter yang menanganinya terkait penggunaan obat tersebut, khususnya mengenai dosisnya. Selain itu, perlu diingat juga untuk selalu mengkonsumsi obat setelah makan. Hal ini guna menghindari terjadinya reaksi hipoglikemia.

Riki Okta
Terapi Untuk Diabetes Melitus - written by Riki Okta , published at 10.27, categorized as Diabetes , Obat . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID